Senyun manis menghiasi lembutnya raut wajahmu. Setitik cahaya putih dalam jantung begetar menggema bersahutan saat kau melontarkan ungkapan kata. Tak tahu pasti apa yang tersihir dalam batin,pesonamu sungguh meluluhkan luka yang tersibak dihati.
Terlalu jauh lamunan diri menantikan surga dambaan hati,tersiar kepolosan mulut tiada kata berucap,hanya terbungkam merasai diri merindukan ketidakpastian. Ingin kulantunkan rahsia ini,perasaan ragu menghampiri langkahku,kerisauan menyelubung menghentikan detak nadiku saat kau menuai benih ketenangan di detikku.
Hati semakin terbebani,ku rasa tak sanggup lagi memendam ungkapan cinta yang tertuang bersama rindu,tertegunku menatap permata senyummu,hasrat semakin menggebu, tak sanggup diri menunggu rasa dalam kalbu.
Kuhempaskan curahan isi hati,ku sampaikan dengan penuh keyakinan"Aku Mencintaimu,manis engkaulah dambaanku,semoga ungkapan ini dapat kau sambut dengan pintu kasih sucimu.
Keindahan dimata bukanlah keabadian dihati,namun selimut hati akan terpatri sampai senja tak lagi berdiri. Percayalah,rasa ini tak kan pernah pernah ku khianati dan kekal sampai mata menutup diri.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar