Inilah perjalanan waktu yang semakin menapakkan senja, di tengah kilaunya sang cahaya, naungan tempat dimana kaki berpijak, menapak kehidupan dan memberikan pedoman tentang langkah yang kian lama tertempuh.
Cahaya itu tlah bersinar dikala fajar pergi dan kehidupan kembali berputar, semakin jauh lamunan itu, semakin jauh sandaran yang terlintas di jendela, lapuknya impian manis itu, semoga saja dirimu mengerti kesetiaanku untukmu..
Buat seseorang yang pernah aku kagumi, maaf jika misalnya selama ini aku memujamu, aku tidak pernah mengharapkan rasa ini ada, tapi hati ini tlah tergores oleh senyum manismu..
Teruntuk gadis 11 oktober . . . Semoga dirimu mengerti tentang rasa ini..Thanks...
Catatan Kecilku . . .
Hanyalah catatan-catatan kecil yang biasa aku luahkan melalui jemari kecil disetiap kesendirianku.
Semua yang ku coba tuangkan adalah rasa, rasa ketika aku berteman dengan sakit dan terluka, tapi entahlah catatan demi catatan aku coba abadikan perjalanan langkah yang tlah usai tertapak.
Semoga saja setiap goresan jemari ini dapat bermakna dan menjadikan sedikit pencerahan untuk raga yang rapuh dan tersakiti.
Amiin. . . .!!!
Semua yang ku coba tuangkan adalah rasa, rasa ketika aku berteman dengan sakit dan terluka, tapi entahlah catatan demi catatan aku coba abadikan perjalanan langkah yang tlah usai tertapak.
Semoga saja setiap goresan jemari ini dapat bermakna dan menjadikan sedikit pencerahan untuk raga yang rapuh dan tersakiti.
Amiin. . . .!!!
Bagai Lilin Kecil . . .
Lama Nian ku menanti datangnya cahaya . .
Yang menyinari sluruh tubuhku . .
Sampai kapan ku begini tanpa cinta lagi . .
Menyibakkan kemelut jiwa . .
Aku bagai lilin kecil tanpa nyala api . .
Kedinginan sekujur tubuhku . .
Malam ini aku sendiri . .
Menanti datangnya sinar . .
Termenung sendiri . .
Malam ini aku sendiri memandang jauhnya sepi . .
Terpaku mematri . .
Sampai diri
Yang menyinari sluruh tubuhku . .
Sampai kapan ku begini tanpa cinta lagi . .
Menyibakkan kemelut jiwa . .
Aku bagai lilin kecil tanpa nyala api . .
Kedinginan sekujur tubuhku . .
Malam ini aku sendiri . .
Menanti datangnya sinar . .
Termenung sendiri . .
Malam ini aku sendiri memandang jauhnya sepi . .
Terpaku mematri . .
Sampai diri
Semusim Cemara . . .
Dalam perjalanan kisah yang mungkin tlah usang dan mencoba menatap pandangan ke arah haluan hidup. Di antara ribuan persinggahan yang pernah sandar,dalam dekapnya hamparan kegelapan raga, seuntai kenangan ingin kucurahkan mesti luka itu akan kembali berdarah.
Sepercik langkah yang pernah terayun melewati bersama hadirmu disampingku kini hanya serpihan sesal yang menuai memorian itu.
Ingin ku gapai kembali maghligai kebahagian yang dulu terangkai diujung taman impian kita berdua. jika misalnya dulu pernah berpegang pada satu kata yang kita patri bersama, hanya melalui permintaan hati ku sampaikan pada embun yang bersahaja agar ia datang membawa kedamaian layaknya fajar yang memeluk mesra yang singgah sebelum cahaya datang.
Saat kesendirian menantikan dirimu jauh, jauh dari mimpiku. Disini ku ingin berjumpa dan membawakan sejuta kesejukan.
Andai semusim cemara kau hadir memeluk kembali tubuh yang rapuh,kau akan ku jaga dalam dekapan gemercik air yang jatuh dibawah pancuran riak dan berkata"aku akan selalu menyayangimu dan menjagamu"
Sepercik langkah yang pernah terayun melewati bersama hadirmu disampingku kini hanya serpihan sesal yang menuai memorian itu.
Ingin ku gapai kembali maghligai kebahagian yang dulu terangkai diujung taman impian kita berdua. jika misalnya dulu pernah berpegang pada satu kata yang kita patri bersama, hanya melalui permintaan hati ku sampaikan pada embun yang bersahaja agar ia datang membawa kedamaian layaknya fajar yang memeluk mesra yang singgah sebelum cahaya datang.
Saat kesendirian menantikan dirimu jauh, jauh dari mimpiku. Disini ku ingin berjumpa dan membawakan sejuta kesejukan.
Andai semusim cemara kau hadir memeluk kembali tubuh yang rapuh,kau akan ku jaga dalam dekapan gemercik air yang jatuh dibawah pancuran riak dan berkata"aku akan selalu menyayangimu dan menjagamu"
Senja Merah
Hari tlah tertelan senja nan merah...
Di ujung lamunan ku tatap cahaya kelabu yang membayang seribu kesakitan...
Dalam kehampaan terlantun selalu dalam hati"sahabat aku merindukanmu"Sahabat masihkah dirimu mengingatku...
Di ujung lamunan ku tatap cahaya kelabu yang membayang seribu kesakitan...
Dalam kehampaan terlantun selalu dalam hati"sahabat aku merindukanmu"Sahabat masihkah dirimu mengingatku...
Patah Hati
Hidup adakah artinya???
Berdiri di tepi karang...
Menunggu matahari fajar...
Merah kilaunya...
Bermakna dalam...
Ombak mengikis karang..
Serpihan air laut berterbangan..
Aku hanya bisa diam..
Saat ku sadari aku kesepian..
Hanya alam yang menemani..
Ku berbicara pada hujan..
Ku bersandar pada pepohonan..
Mungkin aku hanya sendirian..
Tak ada malaikat di hatiku..
Mereka sudah pergi jauh..
Jauh dari hidupku..
Semua hanya dunia palsu..
Mengapa??
Mengapa langit tak mendengar??
Saat aku hanya bisa terdiam kesepian..
Mengapa tak kau tolong aku yang menderita..
Percuma aku bertanya..
Karena kau tak akan menjawab..
Hidup dan matiku juga tak kau pedulikan..
Buat apa aku ada..
Berdiri di tepi karang...
Menunggu matahari fajar...
Merah kilaunya...
Bermakna dalam...
Ombak mengikis karang..
Serpihan air laut berterbangan..
Aku hanya bisa diam..
Saat ku sadari aku kesepian..
Hanya alam yang menemani..
Ku berbicara pada hujan..
Ku bersandar pada pepohonan..
Mungkin aku hanya sendirian..
Tak ada malaikat di hatiku..
Mereka sudah pergi jauh..
Jauh dari hidupku..
Semua hanya dunia palsu..
Mengapa??
Mengapa langit tak mendengar??
Saat aku hanya bisa terdiam kesepian..
Mengapa tak kau tolong aku yang menderita..
Percuma aku bertanya..
Karena kau tak akan menjawab..
Hidup dan matiku juga tak kau pedulikan..
Buat apa aku ada..
Maafkan Aku....
Aku tahu mungkin ini hanyalah kebodohanku yang berulang kali ingin menyampaikan permintaan sesalku,tapi aku tidak bisa membohongi perasaan yang terus menyiksa batin yang terlanjur terluka. Air mata penyesalan yang selalu singgah di mataku tiap aku ingat raut dirimu,ketika dulu dirimu memberi senyuman namun selalu ku abaikan perhatianmu. Sepertinya ingin ku kembali ke masa lalu itu dan meniti kerinduan hati akan secercah kedamaian bersamamu.
Melalui rangkaian kata ku coba untuk mengatakan apa sebenarnya yang masih tersimpan di hatiku sampai saat ini. Jika misalnya dulu aku selalu menghindar dari perhatian yg dirimu berikan, kini aku hanya mampu membayangkan seandainya saat ini dirimu kembali lagi dan mengizinkan diriku menggapai harapan yang masih tersisa ini,ku ingin memberikan sepenuhnya kesempatan yang dulu engkau berikan. Namun sudahlah aku sadar khayalanku ini terlalu jauh untuk selalu terjaga,biarlah ku sendiri tanpa dirimu yang dulu pernah membukakan pintu pencerahan meskipun hanya sejenak. Sekarang aku hanya berpegang pada satu kata bahwa tiada sesuatupun kehidupan yang sempurna dan mungkin inilah satu pembelajaran yang mesti aku benahi.
Buat seseorang yang mungkin tlah tersakiti oleh goresan pisauku,aku hanya berharap melalui kemaafan yang aku sampaikan ini,semoga dirimu mampu memberikan pintu maaf untuk diriku dan semua yang tlah aku semaikan, seribu kali maaf aku hanya bisa mengatakan Maafkan....Maafkan....Maafkanlah Aku...
Melalui rangkaian kata ku coba untuk mengatakan apa sebenarnya yang masih tersimpan di hatiku sampai saat ini. Jika misalnya dulu aku selalu menghindar dari perhatian yg dirimu berikan, kini aku hanya mampu membayangkan seandainya saat ini dirimu kembali lagi dan mengizinkan diriku menggapai harapan yang masih tersisa ini,ku ingin memberikan sepenuhnya kesempatan yang dulu engkau berikan. Namun sudahlah aku sadar khayalanku ini terlalu jauh untuk selalu terjaga,biarlah ku sendiri tanpa dirimu yang dulu pernah membukakan pintu pencerahan meskipun hanya sejenak. Sekarang aku hanya berpegang pada satu kata bahwa tiada sesuatupun kehidupan yang sempurna dan mungkin inilah satu pembelajaran yang mesti aku benahi.
Buat seseorang yang mungkin tlah tersakiti oleh goresan pisauku,aku hanya berharap melalui kemaafan yang aku sampaikan ini,semoga dirimu mampu memberikan pintu maaf untuk diriku dan semua yang tlah aku semaikan, seribu kali maaf aku hanya bisa mengatakan Maafkan....Maafkan....Maafkanlah Aku...
Langganan:
Postingan (Atom)
