Semusim Cemara . . .

Dalam perjalanan kisah yang mungkin tlah usang dan mencoba menatap pandangan ke arah haluan hidup. Di antara ribuan persinggahan yang pernah sandar,dalam dekapnya hamparan kegelapan raga, seuntai kenangan ingin kucurahkan mesti luka itu akan kembali berdarah.

Sepercik langkah yang pernah terayun melewati bersama hadirmu disampingku kini hanya serpihan sesal yang menuai memorian itu.

Ingin ku gapai kembali maghligai kebahagian yang dulu terangkai diujung taman impian kita berdua. jika misalnya dulu pernah berpegang pada satu kata yang kita patri bersama, hanya melalui permintaan hati ku sampaikan pada embun yang bersahaja agar ia datang membawa kedamaian layaknya fajar yang memeluk mesra yang singgah sebelum cahaya datang.

Saat kesendirian menantikan dirimu jauh, jauh dari mimpiku. Disini ku ingin berjumpa dan membawakan sejuta kesejukan.

Andai semusim cemara kau hadir memeluk kembali tubuh yang rapuh,kau akan ku jaga dalam dekapan gemercik air yang jatuh dibawah pancuran riak dan berkata"aku akan selalu menyayangimu dan menjagamu"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar