Patah Hati

Hidup adakah artinya???
Berdiri di tepi karang...
Menunggu matahari fajar...
Merah kilaunya...
Bermakna dalam...

Ombak mengikis karang..
Serpihan air laut berterbangan..
Aku hanya bisa diam..
Saat ku sadari aku kesepian..

Hanya alam yang menemani..
Ku berbicara pada hujan..
Ku bersandar pada pepohonan..
Mungkin aku hanya sendirian..

Tak ada malaikat di hatiku..
Mereka sudah pergi jauh..
Jauh dari hidupku..
Semua hanya dunia palsu..

Mengapa??
Mengapa langit tak mendengar??
Saat aku hanya bisa terdiam kesepian..
Mengapa tak kau tolong aku yang menderita..

Percuma aku bertanya..
Karena kau tak akan menjawab..
Hidup dan matiku juga tak kau pedulikan..
Buat apa aku ada..

Maafkan Aku....

Aku tahu mungkin ini hanyalah kebodohanku yang berulang kali ingin menyampaikan permintaan sesalku,tapi aku tidak bisa membohongi perasaan yang terus menyiksa batin yang terlanjur terluka. Air mata penyesalan yang selalu singgah di mataku tiap aku ingat raut dirimu,ketika dulu dirimu memberi senyuman namun selalu ku abaikan perhatianmu. Sepertinya ingin ku kembali ke masa lalu itu dan meniti kerinduan hati akan secercah kedamaian bersamamu.

Melalui rangkaian kata ku coba untuk mengatakan apa sebenarnya yang masih tersimpan di hatiku sampai saat ini. Jika misalnya dulu aku selalu menghindar dari perhatian yg dirimu berikan, kini aku hanya mampu membayangkan seandainya saat ini dirimu kembali lagi dan mengizinkan diriku menggapai harapan yang masih tersisa ini,ku ingin memberikan sepenuhnya kesempatan yang dulu engkau berikan. Namun sudahlah aku sadar khayalanku ini terlalu jauh untuk selalu terjaga,biarlah ku sendiri tanpa dirimu yang dulu pernah membukakan pintu pencerahan meskipun hanya sejenak. Sekarang aku hanya berpegang pada satu kata bahwa tiada sesuatupun kehidupan yang sempurna dan mungkin inilah satu pembelajaran yang mesti aku benahi.

Buat seseorang yang mungkin tlah tersakiti oleh goresan pisauku,aku hanya berharap melalui kemaafan yang aku sampaikan ini,semoga dirimu mampu memberikan pintu maaf untuk diriku dan semua yang tlah aku semaikan, seribu kali maaf aku hanya bisa mengatakan Maafkan....Maafkan....Maafkanlah Aku...

Secercah Harapanku...

Malam ini jari-jariku kembali menari,menulis bercerita tentang jalan hidup yang telah terlewati. Ketika semuanya telah meleramkan kepenatannya dengan memejamkan mata,namun aku tidak,aku mencoba mengabadikan sebuah langkah yang telah usai tertelan waktu.

Detik demi detik aku bernafas meninggalkan sepi dan mencoba meraih puing-puing harapan kebahagiaan yang selalu terlintas di setiap kesepianku.

Mungkin langkah ini tak selebar angan-angan yang menjelma,namun aku yakin semuanya akan berputar dengan semestinya. Sekali lagi harapan itu tumbuh lagi setiap aku memainkan jemari,impian itu selalu mengisi tatapanku yang jauh terbang bersama dinginnya suasana hati.

Secercah keinginan yang selalu mengambang semoga dimalam yang kesekian kali ini pencerahan itu akan tercapai dan doa suci dari lubuk hati akan membawa sebuah kedamaian untuk hari esok yang lebih bermakna.

Izinkanlah lukaku pergi??

Malam ini untuk kesekian kali,ku jalani hidupku seperti yang telah berlalu,ku sendiri sembari memandang bintang yang berkelip di ankasa. Terlamun dalam diri semua tentang kesedihan,kepahitan dan kesakitan yang tersandar di jiwa.

Hari hari yang terlewati dengan kehampaan,menatapku satu arah dengan penuh keinginan dan tanyaku dalam impian"Mungkinkah kelamnya semua rasaku berganti dengan tawa ataukah senyum dan akankah terlepas luka yang terlanjur mematri dalam hatiku ini.

Kesakitan izinkanlah rasa ini pergi,janganlah kau hampiri lagi untuk selamanya,jika dulu aku pernah bermimpi tentang keindahan,hanya melalui air mata harapan kesungguhan ku labuhkan semoga malam engkau mendengar tangisan doaku. Kesakitan biarlah engkau berlalu,dan sejuta penantian...Izinkahlah...?! Izinkanlah aku tersenyum....

Curahan Hati Untuk Cinta

Senyun manis menghiasi lembutnya raut wajahmu. Setitik cahaya putih dalam jantung begetar menggema bersahutan saat kau melontarkan ungkapan kata. Tak tahu pasti apa yang tersihir dalam batin,pesonamu sungguh meluluhkan luka yang tersibak dihati.

Terlalu jauh lamunan diri menantikan surga dambaan hati,tersiar kepolosan mulut tiada kata berucap,hanya terbungkam merasai diri merindukan ketidakpastian. Ingin kulantunkan rahsia ini,perasaan ragu menghampiri langkahku,kerisauan menyelubung menghentikan detak nadiku saat kau menuai benih ketenangan di detikku.

Hati semakin terbebani,ku rasa tak sanggup lagi memendam ungkapan cinta yang tertuang bersama rindu,tertegunku menatap permata senyummu,hasrat semakin menggebu, tak sanggup diri menunggu rasa dalam kalbu.

Kuhempaskan curahan isi hati,ku sampaikan dengan penuh keyakinan"Aku Mencintaimu,manis engkaulah dambaanku,semoga ungkapan ini dapat kau sambut dengan pintu kasih sucimu.

Keindahan dimata bukanlah keabadian dihati,namun selimut hati akan terpatri sampai senja tak lagi berdiri. Percayalah,rasa ini tak kan pernah pernah ku khianati dan kekal sampai mata menutup diri.

Penantian Abadi

Terlalu pagi embun membasahi hari ditengah rapuhnya mimpi disaat ku terjatuh menapak langkah kesendirian tanpa senyummu terleram diri menatap lamunan akan setetes harapan,ku peluk satu angan yang menusuk hatiku,menghentikan air mata disepiku.

Pada malam aku rengkuh kerinduan dan kini aku hanya mampu sebatas memandangi gemerlip bintang,seakan adalah hamparan kegelapan,hembusan angin yang menjaga mimpi ku genggan direlung hati dan langitpun terdiam aku sulam kehampaan selamatkan angan dari keterpurukan.

Semilir angin menyeret luka lama,satu kenyataan pahit dimasa lalu,hanya senyummu yang mampu mengubur,tak satupun rintihan doa terlupakan untukmu,haruskah ku menangis mengharapkan sejuta kasihmu.

Ingin ku gantikan pelangi di angkasa dan menggoreskan warna hidup dalam damai hatimu serta ingin ku launkan rangkaian maghligai persinggahan di istana cinta mimpimu,namun sembilu masih melekat di wajah manismu,entah apa yg tersirat dlm kalbu sucimu.

Dalam batas waktu takkan kubiarkan rasa ini pudar ditelan kehampaan dan teriring hari dlm ribuan memori takkan pergi penantian sejati,akan terukir abadi demi sebuah kebahagiaan dihati.