Terlalu pagi embun membasahi hari ditengah rapuhnya mimpi disaat ku terjatuh menapak langkah kesendirian tanpa senyummu terleram diri menatap lamunan akan setetes harapan,ku peluk satu angan yang menusuk hatiku,menghentikan air mata disepiku.
Pada malam aku rengkuh kerinduan dan kini aku hanya mampu sebatas memandangi gemerlip bintang,seakan adalah hamparan kegelapan,hembusan angin yang menjaga mimpi ku genggan direlung hati dan langitpun terdiam aku sulam kehampaan selamatkan angan dari keterpurukan.
Semilir angin menyeret luka lama,satu kenyataan pahit dimasa lalu,hanya senyummu yang mampu mengubur,tak satupun rintihan doa terlupakan untukmu,haruskah ku menangis mengharapkan sejuta kasihmu.
Ingin ku gantikan pelangi di angkasa dan menggoreskan warna hidup dalam damai hatimu serta ingin ku launkan rangkaian maghligai persinggahan di istana cinta mimpimu,namun sembilu masih melekat di wajah manismu,entah apa yg tersirat dlm kalbu sucimu.
Dalam batas waktu takkan kubiarkan rasa ini pudar ditelan kehampaan dan teriring hari dlm ribuan memori takkan pergi penantian sejati,akan terukir abadi demi sebuah kebahagiaan dihati.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar